Selasa, 15 Juni 2010

Fungsi Demonstrasi Power

Akhir minggu kemarin saya, Lex, Kei, serta segerombolan teman pergi clubbing. Ketika kami tiba, suasana club sudah ‘panas’ dan rata-rata semua setidaknya sudah sampai pada gelas kedua atau ketiga. Tiba-tiba seorang pria naik ke atas meja menari, cheering everybody up, dan semua mata tertuju padanya.
Menarik memperhatikan mengapa ketika pria ini naik ke atas meja semua mata langsung tertuju padanya seperti tersihir, sementara sebelum dia juga ada pria lain sempat melakukan hal yang sama namun tidak begitu menarik perhatian orang.

Gaya berdansa si pria pencuri perhatian itu biasa saja, tidak ada yang spesial, hanya begitu dia mengangkat tangannya menyemangati DJ, hampir satu ruangan mengikuti apa yang dilakukannya.

Jujur, saya yang sedari awal memperhatikan jadi bertambah semangat memandanginya. Begitu juga sahabat wanita saya yang ketika saya tengok juga langsung mengangguk-angguk dan berkata, "Gila tuh pria, gue mau!"

Tanpa ragu saya berani mengatakan pasti perempuan-perempuan di club saat itu sedang menjulurkan lidah, meneteskan air liur.

Ya, wanita juga dapat bersikap sama seperti ketika pria melihat belahan dada yang aduhai.

Tapi tunggu dulu, ada sedikit perbedaan di sini.

Saya tidak membahas penampilan fisik pria tersebut karena saya percaya justru penampilan menarik itu bisa dipelajari, diciptakan, dan dibiasakan.

Jadi jika ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak ganteng atau cantik, terlalu gemuk atau kurus kering, well, saya katakan bahwa itu bukan berarti kita tidak bisa tampil menarik.

Yang ingin saya bahas adalah bagaimana satu lantai ruangan clubbing itu seperti tersihir olehnya.

Hal yang menurut saya sangat, sangat perlu Anda mengerti adalah betapa pria itu sudah menunjukkan kemampuannya mengendalikan massa club yang satu ruangan sekitar 100 orang lebih itu untuk mengikuti gerakannya.

That has an extremely powerful effect!

In fact, it was a very sexy act to perform yang pasti membuat wanita-wanita yang hadir di situ menginginkannya.

Showing of your power will definitely attract people for sure.

Sambil mengeksplorasi lebih dalam lagi mengenai bagaimana power bisa membuat kita terlihat jauh lebih menarik, saya teringat kembali kejadian di pesawat menuju Bali beberapa hari lalu, pria di sebelah saya tiba-tiba berusaha membuka pembicaraan dengan cara yang sangat umum digunakan (baca: membosankan).

Saat itu saya baru saja mengeluarkan bacaan ketika dia membuka pembicaraan pertama, "Itu novel ya?"

Duh, bocah SD ingusan pun akan tahu kalau itu novel hanya lewat melihat sampulnya saja!

Pertanyaan konyol itu langsung membuat saya malas untuk menjawab jadi saya hanya memberikan respon sekedarnya dengan mengangguk tanpa menengok.

Tak lama kemudian, pertanyaan-pertanyaan berikutnya datang lagi seperti: "Siapa pengarangnya?" dan "Sekolah di luar negeri ya?"

Guys, Anda harus tahu betapa betapa pentingnya ucapan / kalimat / pertanyaan pertama yang kalian sampaikan ke wanita yang kalian ingin ajak kenalan.

Detik-detik pertama itu benar-benar menjadi salah satu penentu utama kelanjutan nasib kalian berikutnya.

Seperti pertanyaan pembukaan pria tadi ke saya yang begitu standard dan tidak memberikan kesan apa-apa (baca: powerless).

Kalau boleh jujur bahkan tidak menarik sama sekali.

Dia sama seperti ratusan pria lainnya yang ngarep, memakai metode kenalan ala interview, berusaha terlihat ramah, dan memberikan-perhatian-supaya-diberikan-kesempatan.

Pria ini untungnya terselamatkan dengan wajahnya yang terlihat tulus ketika menyampaikan pertanyaan-pertanyaan tersebut hingga saya juga bersedia memberikan sedikit kesempatan baginya untuk bertanya lebih banyak.

Namun perhatikan, sekali pun saya telah memberikannya kesempatan, sayang sekali dia tidak mempunyai demonstrasi power yang cukup untuk terlihat menarik dan membuat saya ingin berbicara lebih banyak untuk mengenalnya lebih dalam lagi.

Saya malah lebih memilih menutup novel dan berpura-pura tertidur.

Untuk menjadi seorang yang menarik, Anda harus menunjukkan kualitas dan jenis power yang berbeda dibanding pria lainnya.

Wanita dapat merasakan sensasi power yang menantang dan seksi ketika melihat seorang pria berani naik ke atas meja bar, berdansa lalu membuka pakaiannya.

Tapi sensasi power demikian juga dapat diekspresikan dalam setiap bentuk kegiatan lainnya. Sensasi power yang memberikan pesan bahwa Anda sangat confident dan bukan pria mutu rendahan.

Atau dalam istilah Hitman System, jadi pria Glossy.

Menjadi pria yang powerful berarti menjadi seorang pria yang berani memegang kendali. Coba bayangkan betapa powerful-nya pria dancer yang bisa mengajak orang-orang di club berjoget mengayunkan tangan bersama.

Menjadi pria yang powerful berarti berani menunjukkan karakter, bukannya just another lossy guy yang mengajak wanita kenalan dengan bekal karakter yang keliatan begitu ngarep seperti pengalaman saya dengan sang pria di pesawat?

Oh ya, satu hal lagi, sangat berhubungan dengan power.

Anda tahu Bono, vokalis U2 yang legendaris itu?

He’s a rock star and UN Ambassador as well. How cool!

Plus dia juga aktif mendukung gerakan Make Poverty History-nya Live8.

He’s a man with a mission that what makes him very charismatic.

Coba ingat baik-baik, ada tidak yang pernah membahas kalau hidung Bono terlihat aneh atau model rambutnya mulai ketinggalan jaman?

Tidak pernah, kan?

JUSTRU orang-orang menghargai Bono karena misi-misi sosialnya.

Dia tidak mengikuti trend, tapi dia menciptakan trend dengan kacamata hitamnya yang menjadi trademark.

He's very powerful.

Thus, he looks extremely irresistable.

I know, I know, saat ini Anda pasti sudah mulai membayangkan dan menyusun skema bagaimana bisa mengoptimalkan karakter yang kalian punya, tak sabar mencalonkan diri menjadi ketua salah satu organisasi di lingkungan, menimbang-nimbang untuk mulai menjadi salah satu pencetus trend menggunakan celana Bermuda.

Tapi tahan dulu…

Tarik napas, kendalikan adrenalin kalian.

The way you dress yourself implicitly conveys how much power you have compared to other people.

Perhatikan ini.

Beberapa peserta HSEW sebelum masuk ke sesi Fashion Upgrade ternyata belum mengenal perbedaan antara T-shirt dengan polo shirt, antara celana boot cut dengan cut-bray, antara menciptakan new powerful trend dengan menjadi fashion disaster.

Bagi wanita, fashion bukan topik yang remeh dan asal-asalan.

Kami, wanita, menghabiskan waktu berjam-jam setiap harinya mengurusi fashion diri sendiri, lalu di sepanjang hari itu untuk membicarakan fashion orang lain. Kami menganggap fashion sebagai salah satu ekspresi power yang harus dianggap serius.

Jika kami bertemu pria yang tahu cara untuk mengikuti dan memodifikasi fashion agar sesuai dengan kepribadiannya, kami akan kesulitan untuk tidak tertarik dengannya.

Itu sebabnya Lex, Kei, dan Jet memberikan sesi Fashion Upgrade dalam setiap workshop.

Tentu saja saya, Sophie, dan konsultan fashion lainya tidak akan berusaha merubah para peserta menjadi pria-pria metroseksual yang semakin menjamur di luar sana.

Tujuan kami adalah membantu mereka untuk menggali potensi karakter yang mungkin selama ini belum kalian sadari, baru kemudian disesuaikan dengan gaya berpakaian yang paling cocok dengan Anda.

So, wake up, guys!

Kenapa Anda masih termangu di depan PC?

Anda sudah belajar banyak sekali hari ini.

Anda sudah mengetahui bahwa penampilan menarik itu bisa dipelajari, diciptakan, dan dibiasakan, dan hal-hal tersebut sangat berhubungan dengan sensasi power yang sangat disukai oleh wanita.

Mungkin sekarang saat yang tepat untuk Anda mulai menggerakan jari-jari pemalas itu untuk mendaftar di program HSEW berikutnya.

Ya, saya tidak main-main.

Anda perlu sekarang juga berhenti menjadi pria Lossy dan memulai transformasi menjadi pria Glossy.

Be glossy and show your power, guys!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar