Selasa, 15 Juni 2010

Menjawab Pertanyaan Satu Juta Dollar (part 2)

Berbicara tentang mendekati dan menaklukkan hati wanita, pria TIDAK sedang menjalani pertarungan melawan wanita. Inilah letak ilusi yang menyesatkan dari romance game dan kebanyakan para penasihat cinta di luar sana. Mereka menggambarkan seolah-olah ini adalah persaingan menang-kalah antara kedua insan yang terlibat.

Sobat, buang jauh-jauh paradigma seperti itu. Yang selalu saya ajarkan dalam workshop adalah kita belajar menaklukkan hati lawan jenis dengan cara menaklukkan HAL-HAL LAIN di luar sang target itu sendiri!

Kita menaklukkan hati wanita dengan cara menunjukkan keunggulan kita terhadap apapun yang terjadi di sekeliling kita, salah satunya adalah keunggulan terhadap para ksatria-ksatria pesaing lainnya.

Pernahkah Anda menyadari bahwa Anda secara otomatis jauh lebih banyak berinteraksi dengan wanita menarik ketika Anda sedang menjadi sebagai seorang ketua atau pemimpin? Sadarkah ketika Anda begitu bersemangat melakukan tanggung jawab tersebut, secara tidak disangka-sangka salah satu wanita idaman Anda mendekat dan ingin ikut terlibat? Lalu seberapa sering ketika Anda mengubah haluan dan menjadikan sang wanita menjadi fokus dan pusat semangat Anda, secara ajaib dia ingin lepas dan menjauhkan diri dari Anda?

Pernahkah Anda begitu berkonsentrasi menikmati sebuah proyek, hobi, atau kesibukan, sampai Anda melewatkan berbagai hints yang dilemparkan wanita impian Anda, dan ketika menyadarinya ternyata sudah terlambat?

Itulah yang terjadi dalam pasar romansa, Sobat. Saya berani bertaruh Anda tidak akan pernah mendengar tentang hal di atas oleh konsultan atau pakar apapun yang pernah Anda temui.

Mereka menasihatkan Anda untuk memusatkan perhatian pada wanita, memperlakukannya seperti obyek yang penting, mempelajari luar dalam tentang tendensi kepribadiannya dan kemampuan untuk memainkan struktur emosinya.

Itu semua adalah strategi yang buruk!

Mengapa?

Karena strategi tersebut menciptakan mindset wanita sebagai posisi obyek, atau bahkan ’musuh yang ingin ditaklukkan.’ Dan yang lebih bodohnya lagi adalah mindset tersebut membawa kita pada pemikiran bahwa kita ingin menghabiskan hidup dan waktu dengan ’sang musuh’ setelah berhasil mengalahkannya.

Tidak peduli seberapa dijinakkan seekor ular, singa, atau beruang, semua orang yang berpikiran sehat tidak akan berbagi kamar tidur dengan mereka.

Sobat, wanita bukanlah musuh, makhluk buas, ataupun binatang seperti itu.

Mereka adalah manusia yang diciptakan sepadan dengan kaum pria, dan dunia romansa tidak seharusnya menyalahi rancangan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan.

Dalam Hitman System, kita menjunjung tinggi kesepadanan ilahi tersebut dan menemukan mekanika pasar romansa bukanlah tentang pria menaklukkan wanita ataupun wanita menaklukkan pria.

Sekali lagi, kita menaklukkan hati lawan jenis yang menjadi target kita dengan cara menaklukkan hal lain di luar sang target itu sendiri.

Kami tidak mengajarkan romansa sebagai, "It’s between You and Me! Somebody has to lose to make this work," yang mengimplikasikan hubungan terjadi bila salah satu pihak tertawan dan menyerahkan kekuasaan kepada pihak lainnya. Keindahan strategi yang Hitman System tawarkan tentang pria dan wanita adalah, "It’s You and Me, against the world."

Saya tahu Anda begitu bersemangat dengan ini semua, sekaligus bingung setengah mampus apa hubungannya dengan mengapa wanita impian Anda tidak berespon positif sekalipun Anda sudah menimbunnya dengan demonstrasi dan investasi kebaikan.

Sangat berhubungan, Sobat.

Jika pasar romansa adalah tentang Anda ‘merebut’ hati wanita dengan menaklukkan ribuan pria saingan Anda dan berbagai petualangan hidup lainnya di luar sana, maka seorang ksatria unggulan akan memastikan dia tidak hanya beroperasi dengan satu jenis ilmu saja. Dia akan membiasakan diri dengan sejumlah prinsip, sikap, dan kemampuan lain yang membuatnya tidak babak belur dihajar, dilindas oleh situasi dan para kompetitornya. Akibatnya, ketika berhadapan dengan wanita pun, dia akan tetap memakai standar kelengkapan kelengkapan arsenalnya (sekalipun tidak menganggap sang wanita sebagai musuh).

Sekarang jawab pertanyaan saja: apakah seorang pria unggulan seperti itu hanya mampu bisa bersikap manis dan gentleman bila di depan wanita impiannya?

Apakah seorang pria unggulan yang terbiasa cerdik memakai segala sesuatu untuk menaklukkan pria lain dan meloloskan diri kondisi yang berbahaya ala MacGyver akan bisa mendadak berubah menjadi seorang pria yang hanya mengandalkan bahasa-bahasa kasih sayang, cinta, dan manuver kelembutan lainnya terhadap sang wanita impiannya?

Apakah seorang pria unggulan yang benar-benar tahu apa yang dia mau, mampu bertahan hidup dalam keadaan sulit, memiliki jam terbang yang tinggi, dan teruji kualitas tempurnya akan bersedia bersikap sebagai tukang antar jemput, orangtua kedua (sering bertanya, "Lagi ngapain? Dah makan belum? Makan dong ntar sakit!"), murahan dan pengalah dalam segala kondisi, dan kelebihan waktu luang sehingga sedikit-sedikit ingin bersama dan menemani wanita impiannya?

Jika Anda menjawab "Tidak!" untuk semua pertanyaan di atas, lalu pertanyaan saya selanjutnya adalah, pria bagaimanakah yang biasa melakukan hal-hal seperti itu?

Pastinya bukan pria unggulan.

Pria yang cenderung menjadi Nice Guy ketika berdekatan dengan wanita target biasanya adalah karena dia memang hanya memiliki satu manuver itu saja dalam perbendaharaan hidupnya!

Ia adalah pria yang memiliki kemampuan tempur rendah karena untuk bertahan hidup, dia bergantung pada belas kasihan dan kebaikan orang lain di sekelilingnya. Itu sebabnya dia rajin menebar hal-hal tersebut, apalagi pada wanita yang dia sukai, dengan harapan mendapat respon perlakuan yang sama.

Itu sebabnya, saya tidak akan menghalangi seorang pria untuk berbuat baik kepada wanita targetnya, menjadi teman curhat, atau bahkan rajin traktir makan-minum…

… ASAL BUKAN ITU SAJA YANG SATU-SATUNYA DIA LAKUKAN!

Perhatikan perlakuan para pria brengsek yang biasa merebut perhatian wanita idaman Anda. Mereka tidak pernah ragu bertindak keras, bahkan seringkali sampai menyakiti wanita-wanita yang dekat dengan mereka. Mereka memiliki standar-standar yang sulit dimengerti oleh orang lain, dan tidak bersedia mengubahnya demi menarik perhatian wanita. Mereka tidak peduli ataupun merengek-rengek kehadiran wanita dalam hidupnya, apalagi memperlakukan super spesial wanita-wanita yang sudah mereka kenal. Mereka hanya baik dan setiakawan pada kelompoknya saja, dan cenderung diskriminatif terhadap kelompok lain yang mengancam keberadaan mereka.

Nah, bayangkan apa yang terjadi ketika pria seperti itu SEKALI SAJA melakukan sebuah kebaikan kecil kepada seorang wanita yang kebetulan bertemu dengannya.

DING DING DING DING DING!

Alarm ketertarikan dalam benak wanita itu akan berbunyi keras, dan justru akan semakin meraung-raung ketika teman-temannya memberikan saran agar jangan berpikir untuk berhubungan dengan pria seperti itu.

Tentu saja saya tidak mendorong Anda untuk menjadi sosok yang demikian.

Sebut saja pria brengsek di atas adalah Ksatria Ilmu Gelap, sementara titel yang Anda inginkan adalah Ksatria Ilmu Putih, yakni seorang pria yang memiliki nilai-nilai, kekuatan dan pengalaman kesatriaan yang dilakukan untuk membuat dunia lebih baik.

Bentuk nyatanya adalah Anda tidak sembarang menunjukkan minat Anda pada setiap wanita yang Anda sukai. Anda berani untuk mengatakan "Tidak" ketika seorang wanita meminta sesuatu yang di luar akal. Anda mampu hidup terpisah dari sang wanita untuk sekian waktu lamanya, tidak perlu harus mengikuti dia kemanapun dia ingin pergi, atau bahkan mampu menariknya untuk meminta dilibatkan dalam kegiatan Anda. Itu hanya beberapa contoh kecil saja dari ’kumpulan elemen, senjata dan kemampuan lain’ yang perlu ditunjukkan untuk menaklukkan hati seorang wanita.

Seluruh curahan perhatian dan investasi lainnya dapat menjadi berguna jika Anda bisa menunjukkan kepiawaian Anda menggunakan berbagai elemen keunggulan lainnya. Dengan mengetahui Anda memiliki seluruh kelengkapan tersebut, dia bisa dengan merasa tenang menyerahkan hatinya kepada Anda karena Anda pasti akan bisa menjaganya dengan baik.

Sobat, wanita tidak ingin pria yang hanya unggul dalam kebaikannya, apalagi hanya memiliki hal itu saja.

Mereka ingin pria yang lengkap dengan keunggulan-keunggulan lainnya!

Atau setidaknya pria yang mampu menunjukkan bahwa dia bisa lebih dari sekedar berbuat baik, sopan, dan menghargai wanita saja.

Bagaimana, apakah otak Anda sudah dibanjiri oleh cairan pencerahan luar biasa yang akan mengubah cara Anda menjalani hidup mulai beberapa menit ke depan, seperti yang sudah saya janjikan di awal artikel ini?

Hari ini Anda sudah menjawab pertanyaan sejuta dollar mengapa seorang wanita tidak keberatan untuk menukar semua keindahan yang Anda berikan dengan berbagai perlakuan buruk dari pria-pria yang tidak layak mendapatkannya.

Saya harap Anda memiliki cukup keberanian untuk benar-benar membuang semua strategi buruk, dan menerapkan sesuatu yang lebih bermakna dan memberikan harapan besar bagi kehidupan romansa Anda di masa depan.

Berjanjilah, Sobat, berjanjilah Anda tidak akan meneruskan strategi bodoh yang Anda lakukan selama bertahun-tahun ini sehingga membiarkan wanita-wanita di luar sana jadi bosan dan tidak punya pilihan selain bercinta (baca: merusak diri!) dengan para pria Ksatria Ilmu Gelap.

It’s You, Me and our beloved women against the cold world, brothers.

Yang menjadi pertanyaan dua juta dollar sekarang adalah...

... apa yang akan Anda lakukan dengan pengetahuan baru ini?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar